Monday, June 9, 2014

8 Kunci Mencapai “Pemikiran yg Innovatif”


Mindset innovatif cenderung merupakan cara berpikir daripada sebuah bakat. Agar dapat memiliki pemikiran/mindset innovatif Anda dapat mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  1. Jangan pernah berkata "tidak, katakan “mungkin”.
    Ketika kita berkata tidak, berarti kita sedang menutup pintu untuk kesempatan. Apabila ada sebuah proposal bisnis dengan ide yang tampak tidak bisa dijalankan ditawarkan kepada Anda, jangan langsung berkata tidak namun berpikirlah dan dengarkan terlebih dahulu. Katakan bahwa Anda akan memikirkannya.  Pertimbangkan penawaran yang diberikan dan jangan pernah meremehkannya.
  2.  Tetaplah penasaran.
    Albert Einstein pernah berbicara mengenai "holy curiousity”, sebuah ungkapan yang mengajak setiap kita agar tidak pernah berhenti bertanya.  Belajar adalah proses seumur hidup sama seperti sebuah proses trial-and-error. Ambillah waku untuk melakukan “tinker” (sebuah tindakan memperbaiki sesuatu dengan melakukan perubahan terhadap benda tersebut).
  3. Jadilah berani.
    Percaya atau tidak, tidak ada yang rugi dengan mengambil kesempatan untuk membiarkan orang lain tahu tentang siapa Anda. Perkenalkan diri dan adakan pertemuan atau percakapan singkat. Ingat: Orang-orang yang Anda ajak untuk bertemu tidak akan rugi apapun apabila meluangkan waktunya untuk mendengarkan Anda.
  4. Berusaha untuk memahami apa yang membuat orang lain paham.
    Bisnis adalah mengenai orang-orang, apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Daripada mengandalkan riset pasar, Anda dapat mengandalkan pengamatan langsung yang Anda lakukan.
  5. Membangun hubungan.
    Membangun hubungan lebih penting daripada menciptakan produk. Hal ini mungkin terdengar aneh, tetapi jangan pernah melupakannya.
  6. Bangunlah inovasi dengan kebijaksanan.
    Inovasi merupakan suatu proses, bukan tujuan. Bangunlah secara perlahan dan tidak terburu-buru untuk  menjadi besar secara instan atau nantinya Anda justru mendapat hasil yang lebih buruk dan hanya menjadi ‘jutawan untuk semalam’.
  7. Terbuka dengan  ide-ide baru, bahkan dari sumber yang tidak mungkin.
    Serupa dengan tidak pernah mengatakan "tidak," Anda harus selalu terbuka terhadap ide-ide yang ada. Ingat bahwa ide bagus bisa datang dari mana saja, dan kapan saja. Selalu siapkan ruang untuk masukan.
  8. Mematuhi nilai-nilai yang ‘kuat’.
    Budaya perusahaan merupakan gambaran teladan atas nilai-nilai perusahaan. Melakukan sesuatu berdasarkan nilai atau norma yang berlaku  bukanlah suatu hal yang buruk. Nilai tersebut  tidak untuk melakukan pekerjaan buruk tetapi dapat dipercaya.

sumber: entrepreneur.com

Tuesday, June 3, 2014

5 Karakteristik yang harus dimiliki setiap Entrepreneur


Banyak orang yang ingin memulai bisnis mereka sendiri. Beberapa memiliki konsep yang hebat, namun ketika mereka ditanya apa yang telah mereka lakukan untuk mengembangkan ide-idenya, jawabannya adalah TIDAK ADA.
Siapapun dapat memulai bisnis, tidak peduli berapa pun usianya. Berikut adalah 5 karakteristik yang umumnya dimiliki oleh seorang Entrepreneur

1. Passion.
Pendiri sebuah start up business seringkali didorong oleh tujuan yang lebih dalam dan bermakna dari hanya sekedar melaksanakan kegiatan operasional  bisnis. Contoh pernyataan misi yang dimiliki oleh “Yes Man Watches” (Sebuah perusahaan yang memproduksi arloji) adalah memberdayakan orang untuk mempertimbangkan aset yang paling berharga dalam hidup mereka, yaitu waktu. Banyak di antara Entrepreneur yang selalu bangun pagi setiap hari karena tidak ingin menyia-nyiakan harinya. Jika Anda memiliki passion untuk bisnis Anda, hal ini akan mendorong Anda untuk mewujudkan ide Anda menjadi kenyataan. Tanpa passion, Anda akan kekurangan motivasi yang dapat memampukan Anda mengerjakan semuanya di pagi-pagi benar dan di tengah malam dimana semuanya ini akan diperlukan untuk membangun bisnis Anda dari nol.

2. Ketekunan
Seorang Entrepreneur harus mampu menghadapi rintangan. Sebuah bisnis tidak bisa dibangun dalam semalam. Mewujudkan ide Anda menjadi kenyataan akan memakan waktu. Anda harus terbiasa dengan orang-orang yang mengatakan tidak kepada Anda . Hal yang membuat Entrepreneur menjadi hebat adalah ketekunan untuk terus tumbuh terlepas dari berapa kali mereka ditolak.
Tindak lanjut (follw up) adalah kuncinya. Orang-orang mungkin memiliki banyak alasan untuk tidak berhubungan kembali dengan Anda, namun jika Anda menunjukkan ketekunan Anda untuk terus merealisasikannya, Anda mungkin akan berhasil.

3. Memaksimalkan sumber daya yang dimiliki
Sebuah kemampuan penting bagi seorang Entrepreneur adalah mengetahui bagaimana membuat sesuatu yang hebat dan besar dari apa yang Anda miliki.  Sebagai seorang Entrepreneur, Anda memiliki aset yang terbatas, jadi gunakan apa yang Anda miliki tersebut secara maksimal. Memanfaatkan network yang dimiliki juga merupakan salah satu kunci suksesnya.
Sebagai contoh ketika Anda mencari seorang  graphic desainer, Anda bisa mencoba menghubungi almamater  Anda  dan staff di sana akan dengan senang hati untuk membantu Anda  memasang pengumuman dan mengirimkan email kepada mahasiswa-mahasiswa jurusan desain yang ingin membangun portofolio mereka.

4. Berpandangan terbuka.
Sebagai seorang Entrepreneur, Anda mungkin memusatkan pikiran pada rencana bisnis Anda, tetapi Anda tetap perlu belajar untuk mempertimbangkan pendapat orang lain. Sehingga ketika ada rencana Anda yang tidak berjalan sesuai dengan perencanaan, Anda dapat menyesuaikan langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan. Mark Cuban (bussinesman, investor dan pemilik dari National Basketball Association's Dallas Mavericks, Landmark Theatres, and Magnolia Pictures) pernah berkata “Follow the green, not the dream”. Fokuslah pada apa yang menghasilkan, bukan pada mimpi Anda. Jika mimpi Anda dalam bisnis tidak menghasilkan uang, maka Anda perlu mengubah fokus Anda.

5. Memiliki sifat seperti spons(Spongelike nature)
Menjadi seorang entrepreneur melibatkan proses pembelajaran. jika Anda enggan belajar, sebaiknya buang jauh-jauh keinginan memulai bisnis. Anda harus mampu beradaptasi dengan situasi apapun dan apapun yang Anda bisa, seperti sebuah spons. Semakin banyak Anda belajar, semakin baik. Sebuah pepatah berkata: "Seseorang yang mengetahui semua jawaban belum menanyakan semua pertanyaan".

Memiliki sifat seperti spons dapat digambarkan di ilustrasi berikut:
Saya melihat bisnis jam tangan adalah bisnis yang menguntungkan dan saya ingin memulai bisnis jam tangan tersebut, tapi saya tidak tahu apa-apa tentang pembuatan jam tangan. Sebagai orang yang memiliki sifat seperti spons,  yang  akan saya lakukan adalah mencari semua informasi yang saya butuhkan mengenai jam tangan dan mempelajarinya.
Dengan mencari tahu informasi tersebut, paling tidak saya mengetahui sedikit mengenai jam tangan, mulai dari jenis stainless steel yang bisa digunakan hingga berbagai jenis baterai untuk mengaktifkan pergerakan jarum jam.


Entrepreneurship lebih dari sebuah pekerjaan dimana Anda datang jam 9 pagi dan pulang jam 5 sore. Entrepreneur tidak bisa bernafas tanpa memikirkan kemajuan bisnisnya. Jika Anda memiliki ide yang ingin Anda wujudkan menjadi kenyataan, maka  lakukanlah. Anda tidak akan pernah tahu hasilnya jika Anda tidak mencoba.

Sumber: entrepreneur.com